Skip to main content

Posts

EDITED: Review Serial Netflix "13 Reasons Why"

Sebelumnya saya pernah membuat review tentang serial ini, tapi saya tarik lagi postingan tersebut karena saya terlalu dini memberikan kesimpulan. Jadi ini adalah postingan baru dimana saya akan benar-benar membahas serial ini dan masalah yang meliputinya.

Untuk kalian yang tidak tahu serial apa ini, 13 REASONS WHY adalah serial original Netflix yang mengundang banyak kontroversi karena cerita yang diusung dianggap meromantisasi bunuh diri dan membenarkan bunuh diri sebagai jalan keluar. Saya tidak sepenuhnya setuju dengan komentar orang diinternet yang ingin menghentikan penayangan serial ini, dan saya juga tidak sepenuhnya setuju dengan serial ini.

Jadi, bagaimana maksudnya?
Oke pertama-tama mari saya ceritakan sedikit sinopsis serial ini.

Seorang gadis bernama Hannah, membunuh dirinya sendiri dan memberikan rekaman dalam 13 kaset pita berisi 13 alasan mengapa ia bunuh diri. Salah satu orang yang ada dalam rekaman itu adalah Clay Jensen, yang menjadi pemeran utama dalam cerita.

Pretty…
Recent posts

Spider-man: Homecoming, Mampukah Peter Parker Bersanding Dengan Senior nya?

Kesuksesan film Spider-man dari trilogi pertama hingga yang terakhir kemarin yaitu The Amazing Spiderman, memang tidak perlu dipungkiri. Setiap orang punya versi Spider-man nya sendiri-sendiri, tapi apakah Spider-man yang baru ini bersaing dengan kesuksesan para senior sebelumnya?

Setelah masalah dengan Andrew Garfield, SONY akhirnya me-remake ulang Spider-man, kini dibintangi Tom Holland, dan betapa jelasnya usaha mereka untuk membuat film ini diterima di masyarakat yang sudah lebih dulu jatuh cinta pada film-film Spider-man buatan mereka sebelumnya. Promosi filmnya besar-besaran, mereka bahkan membuat event khusus di Singapura kemarin, sampai mendatangkan langsung pemeran utama Peter Parker ke event tersebut. Di sosial media, sampai papan-papan reklame di pinggir jalan, jelas sekali, Spider-man hanya ingin dicintai guys... Bahkan mereka harus mengikutkan Tony Stark, karakter yang paling dicintai di MCU sejauh ini, untuk mendongkrak angka penonton.

Saya rasa garis besar dari cerita …

Kritik Untuk The Handmaid's Tale, Masa Depan Yang Ketinggalan Jaman

I can't help but making this post about The Handmaid's Tale because some people are trying to politicize this story. Mereka bilang bahwa masa depan yang seperti ini mungkin saja terjadi di masa pemerintahan Trump. You gotta be fucking kidding me?!!!! Sebagai seseorang yang belajar tentang sosiologi, bahasa, dan budaya, saya bisa melihat bahwa masa depan dalam cerita ini sudah sangat ketinggalan jaman. Percaya tidak percaya, seburuk apa pun manusia, mereka belajar dari masa lalu. Dan bagi saya, dunia dalam The Handmaid's Tale terlalu bergaya 1984 (novel yang ditulis oleh George Orwell, coba search gugel guys..).
Untuk kalian yang tidak tahu, buku ini masuk salah satu list dalam book club yang saya ikuti, dan tahun ini jadi hangat dibicarakan karena serial TV yang diadaptasi dari novel ini baru saja tamat. Jadi ceritanya itu tentang pemerintahan Amerika telah diambil alih oleh kelompok totalitarian bernama Gilead. Dunia dalam krisis karena perempuan menjadi mandul, kemungkin…

Asal Usul: Red Pill, Awal dari Pemikiran Skeptis

"Pilih pil biru atau pil merah?" Mungkin kamu sering melihat meme nya di internet, terutama Facebook, biasanya dengan tulisan; kalau pilih pil merah kamu akan jadi pintar, kalau pil biru kamu akan jadi kaya. Tapi sebenarnya pil biru dan pil merah punya arti yang lebih dari sekedar pilihan tebak-tebakan. Berhubung saya sedang bosan malam ini, mari kita bahas soal pil biru dan pil merah ini, dan kenapa istilahnya sering digunakan akhir-akhir ini di YouTube terutama untuk video-video yang membahas soal politik. 
Salah satu Youtuber bernama Laci Green membuat video berjudul "Taking The Red Pill?" 

Video ini menjadi sangat viral di internet, terutama di kalangan SJW (Social Justice Warrior), Modern Feminist, dan kaum liberal ekstrim di barat sana. Sementara Indonesia sedang ribut soal Ahok dan Habib Rizieq, di luar sedang ricuh soal politik kanan dan kiri, apalagi setelah pemilihan presiden Amerika tahun 2016 kemarin. Laci Green awalnya dikenal sebagai SJW garis keras.…

Bedanya Pembenaran Pedofilia dengan Pembenaran Hak LGBT

Mungkin dunia sudah mengalami degradasi dari standar moral. Entahlah guys, saya sampai tepuk jidat tujuh kali. Ini adalah kasus yang sedang hangat-hangatnya di internet. Seorang YouTuber ditangkap karena pornografi anak (baca selengkapnya:Austin Jones: YouTube star arrested on child pornography charges). Philip Defranco, channel berita terpercaya di YouTube, juga membuat ulasan lebih dalam soal kasus Austin Jones ini.


Untuk kesekian kali, YouTuber menggunakan kepopulerannya untuk membujuk fans-nya yang masih dibawah umur mengirimkan gambar/video porno mereka pada sang idola. Dan ini juga berdampak buruk untuk reputasi YouTube. 
Di saat yang bersamaan juga, banyak sekali orang-orang yang menyebut mereka "Social Justice Warrior" (SJW) membenarkan kelainan pedofilia ini. Untuk selengkapnya silahkan melihat video ini:

Setelah kampanye hak-hak LGBT mulai membuat orang berpikir dan membuka pikiran banyak orang tentang menerima perbedaan orientasi seksual, para pedofil merasa hak …

Pentingnya Punya Hobi

Mungkin kalian bingung kenapa saya membuat blog tentang pentingnya hobby. Walau terdengar seperti bercandaan, tapi memang setiap orang butuh hobi. Kejadian pembacokan di daerah depok kemarin, sedikit lebih adalah hasil kurangnya pemahaman tentang pentingnya hobi. Kenapa sih kok bisa begitu? Nah, di sini saya akan memberikan 5 alasan kenapa hobi itu sangatlah penting.
Pertama, hobi membuat kita bertemu dengan teman baru. Semakin tumbuh besar, entah disadari atau tidak, kita menjadi sangat sulit untuk menemukan teman. Lucu sih, tapi nyata. Selain punya kesukaan, kita juga akan bertemu dengan teman-teman baru melalui minat yang sama. Betapa serunya ngobrol bersama orang-orang yang punya kesamaan dengan kita. Misalnya sama-sama suka main game atau membaca buku.
Saya sendiri merasakan manfaat memiliki hobi. Karena saya orang yang introvert, berkat memiliki minat pada game dan menonton film, saya bisa memulai pembicaraan dengan orang yang baru dikenal dengan mengajukan pertanyaan, “eh sudah p…

Review Film Wonder Woman: Bagus atau Mengecewakan?

Wonder Woman guys, akhirnya tayang... Pasti banyak dari kalian yang sudah menonton. Mungkin ada juga yang masih trauma dengan film DCEU (DC Extended Universe) sebelumnya, Batman v Superman dan Suicide Squad. Memang, Suicide Squad yang kemarin benar-benar mengecewakan, tapi BvS saya rasa memang agak mixed review. Dan sekarang Wonder Woman apakah bisa menjadi penyelamat film DCU sebelum kita masuk ke Justice League?

Kisah film ini mengambil setting yang jauh ke belakang, ini adalah film perkenalan kita para penonton dengan karakter Wonder Woman atau Diana Prince (Gal Gadot). Di sebuah pulau terpencil, tertutup dari dunia luar, Diana dibesarkan oleh ibu-nya. Mereka adalah para pejuang Amazon, bertugas untuk menghancurkan Dewa Perang, Ares. Tapi manusia sudah semakin jahat dan terpengaruh oleh nafsu serta keburukan, sehingga ibu Diana tidak memperbolehkan anaknya untuk keluar dari pulau itu, apa lagi belajar bertarung. Pada akhirnya Diana dilatih diam-diam oleh Antiope, hingga ia menjadi …