Skip to main content

Review Film Wonder Woman: Bagus atau Mengecewakan?

Wonder Woman guys, akhirnya tayang...
Pasti banyak dari kalian yang sudah menonton. Mungkin ada juga yang masih trauma dengan film DCEU (DC Extended Universe) sebelumnya, Batman v Superman dan Suicide Squad. Memang, Suicide Squad yang kemarin benar-benar mengecewakan, tapi BvS saya rasa memang agak mixed review. Dan sekarang Wonder Woman apakah bisa menjadi penyelamat film DCU sebelum kita masuk ke Justice League?

(image source: hdwallpaper)

Kisah film ini mengambil setting yang jauh ke belakang, ini adalah film perkenalan kita para penonton dengan karakter Wonder Woman atau Diana Prince (Gal Gadot). Di sebuah pulau terpencil, tertutup dari dunia luar, Diana dibesarkan oleh ibu-nya. Mereka adalah para pejuang Amazon, bertugas untuk menghancurkan Dewa Perang, Ares. Tapi manusia sudah semakin jahat dan terpengaruh oleh nafsu serta keburukan, sehingga ibu Diana tidak memperbolehkan anaknya untuk keluar dari pulau itu, apa lagi belajar bertarung. Pada akhirnya Diana dilatih diam-diam oleh Antiope, hingga ia menjadi prajurit yang terlatih.

Suatu hari, seorang pilot dari dunia luar masuk ke dalam pulau itu, pesawatnya terjatuh ke air dan ia hampir mati tenggelam. Diana menyelamatkannya. Pilot itu bernama Steve (Chris Pine), dia membawa berita tentang perang yang sedang terjadi di dunia luar. Diana pun ikut bersama Steve ke medan perang, bersamaan dengan itu dia belajar tentang dunia dan manusia, serta akhirnya mengetahui potensi dan kekuatannya yang sebenarnya. Dia pun menjadi Wonder Woman.
 
(image source: DC Comics)

Semua ekspektasi saya tentang bagaimana film Wonder Woman seharusnya dibuat, terpuaskan oleh film ini. Saya menyukai karakter yang berkembang seiring dengan jalannya cerita, dan film ini membawa kita ke cerita awal Diana hingga ia bertransformasi menjadi Wonder Woman. Dia punya banyak harapan dan semangat untuk dunia. Gal Gadot adalah aktris yang tepat untuk memerankan Wonder Woman, despite all of critics people gave when she was cast. Saya tidak bisa membayangkan Wonder Woman diperankan oleh orang lain.

Akting Chris Pine juga membuat film ini mendapatkan nilai lebih. Chemistry yang timbul antara karakter Diana dan Steve sangatlah pas. Mereka saling belajar dari satu sama lain. Diana memberi Steve semangat, dan Steve menunjukan dunianya pada Diana. Ini adalah film yg benar-benar "setara" menurut saya, dimana Wanita dan Pria bekerjasama dan saling melengkapi. Humor dalam film ini juga sangat pas, tidak terlalu dipaksa. Actionnya keren dari bagian awal hingga akhir. Film ini juga punya quiet moment yang pas, alurnya tidak selalu tegang. Up and down dengan pacing yang oke. Soundtrack filmnya keren, membuat jantung berdebar-debar.

(image source: Vox)

Mungkin kritik saya terhadap film ini terletak pada CGI yang sangat kentara. Ada beberapa adegan aksi juga yang terlihat aneh karena terlalu banyak slow motion dan efek. Kadang shoot nya membuat pemeran double atau stuntman nya kelihatan dalam beberapa scene. Tokoh jahat nya juga terlalu lemah membuat endingnya seperti terburu-buru, tapi Marvel sebenarnya juga punya masalah yang sama (kita akan bahas itu lain waktu).

Kesimpulan? Masih bisa dibilang Wonder Woman adalah penyelamat. Story wise, Wonder Woman lebih baik daripada Suicide Squad (dan film DC sebelumnay), tapi dalam hal efek CGI sepertinya masih perlu BANYAK perbaikan. Saya berharap film DCU selanjutnya bisa lebih baik lagi. Kalau tidak salah, akhir tahun nanti akan ada Justice League kan? Can’t wait!!!

KYRIEX.

Comments

Popular posts from this blog

GOT Fan Theory: Jon Snow BUKAN Azor Ahai? ini Alasannya

Akhirnya season 7 dari Game of Thrones telah selesai dan kita harus menunggu lagi untuk season selanjutnya. Tapi saya di sini bukan untuk mereview season 7 GOT, melainkan membagikan teori saya untuk series yang menarik ini. Maklum guys...fans baru. Masih sangat hype. Anget. lol.
Anyway, saya mungkin akan mereferensi episode dari season sebelumnya, jadi yg belum menonton dan tidak ingin terkena spoiler, sebaiknya menyingkir dulu. Nanti kembali lagi setelah kalian sudah menonton dan ingin mendengar teori saya selagi menunggu season GOT selanjutnya.

Okeh. Kita mulai ya. Jadi seperti yg para penonton sudah tahu, GOT adalah cerita fantasi yang melibatkan, naga, zombie, dan elemen-elemen fantasi lainnya, salah satunya adalah ramalan. Ada ramalan yang paling di kenal di serial ini, yaitu "the prince (or princess) that was promised" atau disebut juga sebagai Azor Ahai. Tarik balik ke masa lalu, dalam sejarah GOT sebelum cerita series ini di mulai, musim dingin datang disertai malam …

Review Film Anti Matter (2017)

Sci-fi dan suspense? Ide yang menarik. Walau kedua genre ini sering diangkat dalam film, namun tidak banyak yang sukses mengeksekusinya. Sebuah film semi-indie, Anti Matter, bisa dibilang cukup sukses mengeksekusi gabungan kedua genre tersebut. Sebenarnya saya tidak yakin bila film ini sepenuhnya film Indie, karena kualitasnya cukup pro, tapi tidak terlalu pro untuk dibilang film produksi studio ternama.
Ana dan kekasihnya, Nate, adalah mahasiswa Phd di Oxford yang sedang melakukan eksperimen untuk menciptakan wormhole, mereka sangat dekat dengan kesuksesan mereka, namun terhambat oleh dana. Liv, seorang ahli komputer sekaligus ilmuwan, diundang untuk masuk dalam percobaan mereka. Liv membantu Ana dan Nate mengumpulkan dana untuk percobaan tersebut dengan menciptakan worm komputer untuk mengumpulkan sepeser uang dari setiap komputer yang terinfeksi demi mendanai eksperimen tersebut. Eksperimen tersebut semakin berkembang dan mereka mulai melihat banyak kemajuan.
Percobaan yang awalny…