Skip to main content

Asal Usul: Red Pill, Awal dari Pemikiran Skeptis


"Pilih pil biru atau pil merah?" Mungkin kamu sering melihat meme nya di internet, terutama Facebook, biasanya dengan tulisan; kalau pilih pil merah kamu akan jadi pintar, kalau pil biru kamu akan jadi kaya. Tapi sebenarnya pil biru dan pil merah punya arti yang lebih dari sekedar pilihan tebak-tebakan. Berhubung saya sedang bosan malam ini, mari kita bahas soal pil biru dan pil merah ini, dan kenapa istilahnya sering digunakan akhir-akhir ini di YouTube terutama untuk video-video yang membahas soal politik. 

Salah satu Youtuber bernama Laci Green membuat video berjudul "Taking The Red Pill?" 


Video ini menjadi sangat viral di internet, terutama di kalangan SJW (Social Justice Warrior), Modern Feminist, dan kaum liberal ekstrim di barat sana. Sementara Indonesia sedang ribut soal Ahok dan Habib Rizieq, di luar sedang ricuh soal politik kanan dan kiri, apalagi setelah pemilihan presiden Amerika tahun 2016 kemarin. Laci Green awalnya dikenal sebagai SJW garis keras... saking kerasnya sampai sempat menjadi jokes di internet. Itu juga karena komentarnya yang sedikit-sedikit tidak masuk akal dan mulai mengarah menjadi bigot. (Bigot itu istilah untuk orang-orang yang tidak mau mendengarkan pendapat orang lain dan ingin pendapatnya diterima oleh banyak orang.) Dan tiba-tiba setelah istirahat dari internet selama beberapa bulan, Laci membuat video Red Pill ini, yang kemudian terus menjadi istilah untuk para SJW garis keras yang bertaubat....maksudnya, mereka mulai membuka mata pada kenyataan bahwa dunia politik itu lebih kompleks dari masalah gender. (jokes intended)

Tentunya banyak orang yang akhirnya membuka mata dan membuat video serupa. Tapi tidak banyak juga yang masih merasa ideologi mereka paling benar dan menghujat Laci Green, mengatakan bahwa dia adalah penghianat....dan seterusnya. Manusia memang tidak ada habisnya.

(image source: collider.com)

Untuk kalian yang hobi nonton film, pasti sudah tidak asing dengan film The Matrix? Film ini pada masanya, sangat digemari oleh orang-orang dan menjadi salah satu film science fiction yang menggugah. Kenapa? Karena film The Matrix mengangkat tema yang menarik, mempertanyakan "apa itu kebenaran?"

Kalau kalian lupa ceritanya, The Matrix bercerita tentang masa depan distopia dimana robot mengambil alih dunia dan menjadikan manusia sebagai baterai untuk sumber daya para robot. Sebagai gantinya manusia dimasukkan kedalam virtual reality yaitu The Matrix. Neo dibangunkan dari The Matrix dan bertemu dengan Morpheus yang memberi tahu Neo bahwa realita yang selama ini dia tahu adalah palsu. Setelahnya, ia ditawari pil biru dan pil pil merah.

Bila Neo memilih pil biru, kenyataan yang baru saja dialaminya hanya menjadi mimpi. Dia akan tinggal dalam The Matrix dan merasa bahwa semuanya baik-baik saja. Dia tetap mempercayai The Matrix sebagai kenyataan yang sebenarnya.

Bila Neo memilih pil merah, Morpheus akan menunjukan sampai sejauh mana realita The Matrix itu bisa dimanipulasi.

Pada masanya film ini memang sangat menggugah pemikiran orang..... kalau bahasa spanyolnya itu "thought provoking". Dan tidak ada istilah yang lebih relevan dari pil biru dan merah ini bila membahas fenomena SJW garis bigot dan kawan-kawannya di internet. Sebenarnya menurut saya, mereka adalah orang-orang yang juga ingin berbuat baik, karena pada awalnya paham liberalisme itu soal kebebasan dan hak tiap-tiap individu. Tapi kadang, kita suka menelan mentah-mentah informasi yang kita terima dari orang lain. Paham-paham sosial ini memang bagus, semua sempurna, SECARA TEORI guys. Komunisme pun awalnya juga punya tujuan mulia, sampai semuanya jadi salah saat pengeksekusian.

Do not conform to the pattern of this world, but be transformed by the renewing of your mind. Then you will be able to test and approve what God's will is--his good, pleasing and perfect will. (Romans 12:2, NIV)

Saya rasa, pelajaran yang bisa diambil dari fenomena ini adalah; skeptisme itu perlu. Ada baiknya kita mengambil poin-poin yang baik dari kaum kanan dan kaum kiri, menggabungkannya menjadi satu untuk keseimbangan hidup ini. Berat banget sih...tapi yaudah lah ya.

Kalau kamu menyukai blog ini, jangan lupa bagikan dengan yang lain.

TIDAK DIPERBOLEHKAN untuk meng-copy konten dan/atau gambar dalam blog ini tanpa link sumber ke blog ini dan izin dari Kyriex. Apalagi mengklaim konten dan/atau gambar tersebut sebagai milik Anda.

KYRIEX.

Comments

Popular posts from this blog

GOT Fan Theory: Jon Snow BUKAN Azor Ahai? ini Alasannya

Akhirnya season 7 dari Game of Thrones telah selesai dan kita harus menunggu lagi untuk season selanjutnya. Tapi saya di sini bukan untuk mereview season 7 GOT, melainkan membagikan teori saya untuk series yang menarik ini. Maklum guys...fans baru. Masih sangat hype. Anget. lol.
Anyway, saya mungkin akan mereferensi episode dari season sebelumnya, jadi yg belum menonton dan tidak ingin terkena spoiler, sebaiknya menyingkir dulu. Nanti kembali lagi setelah kalian sudah menonton dan ingin mendengar teori saya selagi menunggu season GOT selanjutnya.

Okeh. Kita mulai ya. Jadi seperti yg para penonton sudah tahu, GOT adalah cerita fantasi yang melibatkan, naga, zombie, dan elemen-elemen fantasi lainnya, salah satunya adalah ramalan. Ada ramalan yang paling di kenal di serial ini, yaitu "the prince (or princess) that was promised" atau disebut juga sebagai Azor Ahai. Tarik balik ke masa lalu, dalam sejarah GOT sebelum cerita series ini di mulai, musim dingin datang disertai malam …

Review Film Wonder Woman: Bagus atau Mengecewakan?

Wonder Woman guys, akhirnya tayang... Pasti banyak dari kalian yang sudah menonton. Mungkin ada juga yang masih trauma dengan film DCEU (DC Extended Universe) sebelumnya, Batman v Superman dan Suicide Squad. Memang, Suicide Squad yang kemarin benar-benar mengecewakan, tapi BvS saya rasa memang agak mixed review. Dan sekarang Wonder Woman apakah bisa menjadi penyelamat film DCU sebelum kita masuk ke Justice League?

Kisah film ini mengambil setting yang jauh ke belakang, ini adalah film perkenalan kita para penonton dengan karakter Wonder Woman atau Diana Prince (Gal Gadot). Di sebuah pulau terpencil, tertutup dari dunia luar, Diana dibesarkan oleh ibu-nya. Mereka adalah para pejuang Amazon, bertugas untuk menghancurkan Dewa Perang, Ares. Tapi manusia sudah semakin jahat dan terpengaruh oleh nafsu serta keburukan, sehingga ibu Diana tidak memperbolehkan anaknya untuk keluar dari pulau itu, apa lagi belajar bertarung. Pada akhirnya Diana dilatih diam-diam oleh Antiope, hingga ia menjadi …

Review Film Anti Matter (2017)

Sci-fi dan suspense? Ide yang menarik. Walau kedua genre ini sering diangkat dalam film, namun tidak banyak yang sukses mengeksekusinya. Sebuah film semi-indie, Anti Matter, bisa dibilang cukup sukses mengeksekusi gabungan kedua genre tersebut. Sebenarnya saya tidak yakin bila film ini sepenuhnya film Indie, karena kualitasnya cukup pro, tapi tidak terlalu pro untuk dibilang film produksi studio ternama.
Ana dan kekasihnya, Nate, adalah mahasiswa Phd di Oxford yang sedang melakukan eksperimen untuk menciptakan wormhole, mereka sangat dekat dengan kesuksesan mereka, namun terhambat oleh dana. Liv, seorang ahli komputer sekaligus ilmuwan, diundang untuk masuk dalam percobaan mereka. Liv membantu Ana dan Nate mengumpulkan dana untuk percobaan tersebut dengan menciptakan worm komputer untuk mengumpulkan sepeser uang dari setiap komputer yang terinfeksi demi mendanai eksperimen tersebut. Eksperimen tersebut semakin berkembang dan mereka mulai melihat banyak kemajuan.
Percobaan yang awalny…