Skip to main content

Bedanya Pembenaran Pedofilia dengan Pembenaran Hak LGBT

Mungkin dunia sudah mengalami degradasi dari standar moral. Entahlah guys, saya sampai tepuk jidat tujuh kali. Ini adalah kasus yang sedang hangat-hangatnya di internet. Seorang YouTuber ditangkap karena pornografi anak (baca selengkapnya: Austin Jones: YouTube star arrested on child pornography charges). Philip Defranco, channel berita terpercaya di YouTube, juga membuat ulasan lebih dalam soal kasus Austin Jones ini.


Untuk kesekian kali, YouTuber menggunakan kepopulerannya untuk membujuk fans-nya yang masih dibawah umur mengirimkan gambar/video porno mereka pada sang idola. Dan ini juga berdampak buruk untuk reputasi YouTube. 

Di saat yang bersamaan juga, banyak sekali orang-orang yang menyebut mereka "Social Justice Warrior" (SJW) membenarkan kelainan pedofilia ini. Untuk selengkapnya silahkan melihat video ini:


Setelah kampanye hak-hak LGBT mulai membuat orang berpikir dan membuka pikiran banyak orang tentang menerima perbedaan orientasi seksual, para pedofil merasa hak mereka juga harus dibenarkan karena ketertarikan seksual mereka pada anak dibawah umur. Selain bisa membuat orang berpikir ulang tentang LGBT, ini juga suatu kemunduran moral. Untuk mengetahui dimana letak masalahnya, pertama kalian harus tahu dulu kenapa SAYA MERASA bahwa hak kaum LGBT dibenarkan, dan kenapa SAYA TIDAK SETUJU bila pedofilia dibenarkan.

LGBT singkatan dari Lesbian, Gay, Bisexual, dan Transgender. Hubungan sesama jenis antara perempuan dan perempuan, atau laki-laki dan laki-laki, adalah hubungan atara dua orang dewasa yang sudah mengerti soal sex dan bisa memberikan persetujuan mereka untuk melakukan hubungan sex. Mengapa saya merasa mereka punya hak yang sama dengan kaum heteroseksual adalah itu.

Walau kadang ada kasus pencabulan, pemerkosaan/pemaksaan, dan kekerasan, hal itu bukan karena mereka suka dengan sesama jenis. Dan kalau mau dilihat lagi, kasus pencabulan, pemerkosaan/pemaksaan, dan kekerasan juga terjadi dalam hubungan heteroseksual. Itu karena individunya, dan adalah tidak baik bila kita memunculkan stereotype karena orientasi seksual seseorang. Kalau dibilang kaum LGBT itu maniak seks, fetish, sebenarnya seorang heteroseksual juga bisa menjadi maniak seks, dan punya fetish jadi ya....sama saja toh? Itu seperti mengatakan semua "semua muslim itu teroris" atau "semua orang kulit hitam itu penjahat." Berarti masalah itu bukan muncul karena orientasi seksualnya, tapi karena individu-nya. Saya tidak bilang kaum homoseksual itu benar sepenuhnya juga, SIAPA PUN ITU kalau seseorang melakukan pemerkosaan, atau melanggar hukum, maka dia juga harus dihukum sesuai aturan yg berlaku.

PEDOFILIA adalah orang dewasa yang tertarik pada anak dibawah umur. Saya dengan keras mengatakan bahwa pedofilia adalah ganguan mental dan sangat mengecam hal ini. Dari asal katanya saja sudah jelas bahwa ini ganguan mental. Orang dewasa yang sudah memiliki kesadaran dan mengerti soal sex tertarik pada anak kecil yang belum mengerti soal sex, mereka belum cukup matang untuk bisa memberikan persetujuan berhubungan sex dan anak kecil MUDAH SEKALI UNTUK DIMANIPULASI. Jadi, yang merasakan dan mengerti soal hubungan sex hanya satu pihak, ya orang dewasanya yang memiliki kelainan pedofilia ini.

Para SJW yg mendukung pembenaran pedofilia harus kembali melihat buku cetak mereka, atau malah diselidiki, karena mungkin yang mendukung pembenaran pedofilia ini juga seorang pedofil dan pelaku pelecehan anak kecil (?). 

Hidup tidak hanya sekedar hitam atau putih, banyak bayangan abu-abu di antaranya. Kadang hal seperti ini perlu dijelaskan sedemikian rupa karena memang sulit untuk dilihat apalagi dengan orang-orang seperti para SJW di internet yang pemikirannya sempit dan dangkal berkoar-koar soal hak ini...hak itu...harus ini...harus itu.... Bagi saya satu-satunya hak pedofilia adalah mendapatkan perawatan khusus, supaya tidak menyusahkan orang lain, apalagi anak kecil. C'mon guys, this can't be happening. 


×××

Kalau kamu menyukai blog ini, jangan lupa bagikan dengan yang lain.

TIDAK DIPERBOLEHKAN untuk meng-copy konten dan/atau gambar dalam blog ini tanpa link sumber ke blog ini dan izin dari Kyriex. Apalagi mengklaim konten dan/atau gambar tersebut sebagai milik Anda.

KYRIEX

Comments

Popular posts from this blog

GOT Fan Theory: Jon Snow BUKAN Azor Ahai? ini Alasannya

Akhirnya season 7 dari Game of Thrones telah selesai dan kita harus menunggu lagi untuk season selanjutnya. Tapi saya di sini bukan untuk mereview season 7 GOT, melainkan membagikan teori saya untuk series yang menarik ini. Maklum guys...fans baru. Masih sangat hype. Anget. lol.
Anyway, saya mungkin akan mereferensi episode dari season sebelumnya, jadi yg belum menonton dan tidak ingin terkena spoiler, sebaiknya menyingkir dulu. Nanti kembali lagi setelah kalian sudah menonton dan ingin mendengar teori saya selagi menunggu season GOT selanjutnya.

Okeh. Kita mulai ya. Jadi seperti yg para penonton sudah tahu, GOT adalah cerita fantasi yang melibatkan, naga, zombie, dan elemen-elemen fantasi lainnya, salah satunya adalah ramalan. Ada ramalan yang paling di kenal di serial ini, yaitu "the prince (or princess) that was promised" atau disebut juga sebagai Azor Ahai. Tarik balik ke masa lalu, dalam sejarah GOT sebelum cerita series ini di mulai, musim dingin datang disertai malam …

Review Film Wonder Woman: Bagus atau Mengecewakan?

Wonder Woman guys, akhirnya tayang... Pasti banyak dari kalian yang sudah menonton. Mungkin ada juga yang masih trauma dengan film DCEU (DC Extended Universe) sebelumnya, Batman v Superman dan Suicide Squad. Memang, Suicide Squad yang kemarin benar-benar mengecewakan, tapi BvS saya rasa memang agak mixed review. Dan sekarang Wonder Woman apakah bisa menjadi penyelamat film DCU sebelum kita masuk ke Justice League?

Kisah film ini mengambil setting yang jauh ke belakang, ini adalah film perkenalan kita para penonton dengan karakter Wonder Woman atau Diana Prince (Gal Gadot). Di sebuah pulau terpencil, tertutup dari dunia luar, Diana dibesarkan oleh ibu-nya. Mereka adalah para pejuang Amazon, bertugas untuk menghancurkan Dewa Perang, Ares. Tapi manusia sudah semakin jahat dan terpengaruh oleh nafsu serta keburukan, sehingga ibu Diana tidak memperbolehkan anaknya untuk keluar dari pulau itu, apa lagi belajar bertarung. Pada akhirnya Diana dilatih diam-diam oleh Antiope, hingga ia menjadi …

Review Film Anti Matter (2017)

Sci-fi dan suspense? Ide yang menarik. Walau kedua genre ini sering diangkat dalam film, namun tidak banyak yang sukses mengeksekusinya. Sebuah film semi-indie, Anti Matter, bisa dibilang cukup sukses mengeksekusi gabungan kedua genre tersebut. Sebenarnya saya tidak yakin bila film ini sepenuhnya film Indie, karena kualitasnya cukup pro, tapi tidak terlalu pro untuk dibilang film produksi studio ternama.
Ana dan kekasihnya, Nate, adalah mahasiswa Phd di Oxford yang sedang melakukan eksperimen untuk menciptakan wormhole, mereka sangat dekat dengan kesuksesan mereka, namun terhambat oleh dana. Liv, seorang ahli komputer sekaligus ilmuwan, diundang untuk masuk dalam percobaan mereka. Liv membantu Ana dan Nate mengumpulkan dana untuk percobaan tersebut dengan menciptakan worm komputer untuk mengumpulkan sepeser uang dari setiap komputer yang terinfeksi demi mendanai eksperimen tersebut. Eksperimen tersebut semakin berkembang dan mereka mulai melihat banyak kemajuan.
Percobaan yang awalny…