Skip to main content

Kritik Untuk The Handmaid's Tale, Masa Depan Yang Ketinggalan Jaman


I can't help but making this post about The Handmaid's Tale because some people are trying to politicize this story. Mereka bilang bahwa masa depan yang seperti ini mungkin saja terjadi di masa pemerintahan Trump. You gotta be fucking kidding me?!!!! Sebagai seseorang yang belajar tentang sosiologi, bahasa, dan budaya, saya bisa melihat bahwa masa depan dalam cerita ini sudah sangat ketinggalan jaman. Percaya tidak percaya, seburuk apa pun manusia, mereka belajar dari masa lalu. Dan bagi saya, dunia dalam The Handmaid's Tale terlalu bergaya 1984 (novel yang ditulis oleh George Orwell, coba search gugel guys..).

Untuk kalian yang tidak tahu, buku ini masuk salah satu list dalam book club yang saya ikuti, dan tahun ini jadi hangat dibicarakan karena serial TV yang diadaptasi dari novel ini baru saja tamat. Jadi ceritanya itu tentang pemerintahan Amerika telah diambil alih oleh kelompok totalitarian bernama Gilead. Dunia dalam krisis karena perempuan menjadi mandul, kemungkinan besar diakibatkan oleh polusi udara dan pencemaran alam, angka kelahiran bayi menurun drastis hingga hampir tidak ada sama sekali. Akhirnya Gilead membuat sistem pertahanan dengan hukum baru, perempuan tidak bisa memiliki properti, hak-hak mereka diambil, basically balik ke jaman doeloe. Perempuan yang tidak mandul harus melayani para Commander, mereka akan mengandung anak dan melakukan apa pun yang disuruh oleh istri dan Commander itu sendiri.

You guys... this is NOT gonna happen, if that's what you're so afraid of. Don't let the media control your mind and taking advantage of your fear. Cerita ini lebih memperlihatkan tentang bagaimana orang-orang memperlakukan perempuan di masa novel ini ditulis, yaitu setelah masa Perang Dunia ke-2. Itulah kenapa orang-orang dalam cerita ini takut mati, karena habis perang, mereka mudah diancam dan ditakut-takuti. Jadi kalau kalian takut dengan hal ini terjadi di masa depan, sebenarnya kalian juga bisa melihat bahwa pola pikir manusia itu beradaptasi dan berkembang dari belajar menghadapi masalah-masalah. Masa Hitler, diktaktorship itu sudah usai, masyarakat sekarang ini sudah  mengerti bahwa itu salah, dan kebebasan berbicara sekarang sudah meluas dengan adanya sosial media. Secara biologi pun, semua perempuan menjadi mandul itu kemungkinannya kecil. Kalian pernah belajar IPA kan? Entah sih kalau jaman skrg sebutan pelajaran itu apa. Pernah tahu teori seleksi alam? Selalu akan ada yang bertahan. 

Menurut saya cerita ini sudah terlalu ketinggalan jaman untuk dimodernisasi. Karena sudah tidak lagi relevan. Pantas saja tidak banyak yang tahu tentang serial TV nya juga. Kalau seandainya banyak perempuan yang mandul di masa depan, kemungkinan besar pemerintah akan mengupayakan berbagai cara agar para pasangan yang sudah ada, memiliki sumber daya yang cukup agar terus beranak-pinak. Ini juga yang sekarang sedang terjadi di Jepang, tapi bedanya perempuannya tidak mandul, hanya memutuskan untuk tidak mau memiliki anak. Pemerintah Jepang sampai-sampai memberikan tunjangan dana persalinan, dan pendidikan untuk beberapa tahun awal. Sekolah Negeri juga gratis di sana. Masa totalitarian itu sudah usai, kandas, mati. (Kecuali di Korea Utara, another story itu ya...)

Kalau kamu menyukai blog ini, jangan lupa bagikan dengan yang lain.

TIDAK DIPERBOLEHKAN untuk meng-copy konten dan/atau gambar dalam blog ini tanpa link sumber ke blog ini dan izin dari Kyriex. Apalagi mengklaim konten dan/atau gambar tersebut sebagai milik Anda.

KYRIEX

(image source: the verge)

Comments

Popular posts from this blog

GOT Fan Theory: Jon Snow BUKAN Azor Ahai? ini Alasannya

Akhirnya season 7 dari Game of Thrones telah selesai dan kita harus menunggu lagi untuk season selanjutnya. Tapi saya di sini bukan untuk mereview season 7 GOT, melainkan membagikan teori saya untuk series yang menarik ini. Maklum guys...fans baru. Masih sangat hype. Anget. lol.
Anyway, saya mungkin akan mereferensi episode dari season sebelumnya, jadi yg belum menonton dan tidak ingin terkena spoiler, sebaiknya menyingkir dulu. Nanti kembali lagi setelah kalian sudah menonton dan ingin mendengar teori saya selagi menunggu season GOT selanjutnya.

Okeh. Kita mulai ya. Jadi seperti yg para penonton sudah tahu, GOT adalah cerita fantasi yang melibatkan, naga, zombie, dan elemen-elemen fantasi lainnya, salah satunya adalah ramalan. Ada ramalan yang paling di kenal di serial ini, yaitu "the prince (or princess) that was promised" atau disebut juga sebagai Azor Ahai. Tarik balik ke masa lalu, dalam sejarah GOT sebelum cerita series ini di mulai, musim dingin datang disertai malam …

Review Film Wonder Woman: Bagus atau Mengecewakan?

Wonder Woman guys, akhirnya tayang... Pasti banyak dari kalian yang sudah menonton. Mungkin ada juga yang masih trauma dengan film DCEU (DC Extended Universe) sebelumnya, Batman v Superman dan Suicide Squad. Memang, Suicide Squad yang kemarin benar-benar mengecewakan, tapi BvS saya rasa memang agak mixed review. Dan sekarang Wonder Woman apakah bisa menjadi penyelamat film DCU sebelum kita masuk ke Justice League?

Kisah film ini mengambil setting yang jauh ke belakang, ini adalah film perkenalan kita para penonton dengan karakter Wonder Woman atau Diana Prince (Gal Gadot). Di sebuah pulau terpencil, tertutup dari dunia luar, Diana dibesarkan oleh ibu-nya. Mereka adalah para pejuang Amazon, bertugas untuk menghancurkan Dewa Perang, Ares. Tapi manusia sudah semakin jahat dan terpengaruh oleh nafsu serta keburukan, sehingga ibu Diana tidak memperbolehkan anaknya untuk keluar dari pulau itu, apa lagi belajar bertarung. Pada akhirnya Diana dilatih diam-diam oleh Antiope, hingga ia menjadi …

Review Film Anti Matter (2017)

Sci-fi dan suspense? Ide yang menarik. Walau kedua genre ini sering diangkat dalam film, namun tidak banyak yang sukses mengeksekusinya. Sebuah film semi-indie, Anti Matter, bisa dibilang cukup sukses mengeksekusi gabungan kedua genre tersebut. Sebenarnya saya tidak yakin bila film ini sepenuhnya film Indie, karena kualitasnya cukup pro, tapi tidak terlalu pro untuk dibilang film produksi studio ternama.
Ana dan kekasihnya, Nate, adalah mahasiswa Phd di Oxford yang sedang melakukan eksperimen untuk menciptakan wormhole, mereka sangat dekat dengan kesuksesan mereka, namun terhambat oleh dana. Liv, seorang ahli komputer sekaligus ilmuwan, diundang untuk masuk dalam percobaan mereka. Liv membantu Ana dan Nate mengumpulkan dana untuk percobaan tersebut dengan menciptakan worm komputer untuk mengumpulkan sepeser uang dari setiap komputer yang terinfeksi demi mendanai eksperimen tersebut. Eksperimen tersebut semakin berkembang dan mereka mulai melihat banyak kemajuan.
Percobaan yang awalny…