Skip to main content

Review Film Original Netflix "What Happened to Monday?"


Begitu melihat trailer film ini saya sudah menanti-nanti kapan bisa menontonnya. Bagaimana tidak? Para pemeran dalam film ini tampak menjanjikan, Willem Dafoe dan Naomi Rapace!!! Two of my favorite actors ever. Begitu tersedia di Netflix saya pun langsung menonton.

Film berjudul "What Happened to Monday?" ini juga di beri judul "Seven Sisters" jadi bisa disebut dengan salah satu, and well... let's continue



Di masa depan manusia mengalami krisis kekurangan bahan makanan karena over populasi. Akhirnya pemerintah mengeluarkan peraturan "satu anak per keluarga" untuk mengatasi hal ini. Namun suatu hari, anak dari karakter yang diperankan oleh Willem Dafoe melahirkan 7 anak kembar. Mereka diberi nama sesuai dengan nama hari, Monday, Tuesday, Wednesday, Thursday, Friday, Saturday, dan Sunday. Setiap anak boleh keluar dari rumah mereka di hari yang sesuai dengan nama mereka. Monday pada hari senin, dan seterusnya. Mereka memerankan satu identitas, Karen Settman. Dengan cara seperti yang diajarkan oleh kakek mereka, mereka survive untuk terus hidup hingga dewasa. Hingga suatu hari, Monday tidak kembali ke rumah.

Film ini tidak akan berhasil tanpa performance dari Naomi Rapace sebagai 7 karakter sekaligus. Willem Dafoe seperti biasa, selalu bagus. Namun, Naomi jelas salah satu aktris yang masih underrated bila di bandingkan dengan skill akting dan kekuatan fisiknya. Stun dalam film ini bagus sekali, editannya halus, jadi tidak terlihat efek tekniknya sama sekali. Script nya sendiri juga menarik perhatian. Saya suka bagaimana penulis mencoba menggambarkan karakter-karakter hari dalam setiap diri 7 bersaudari ini. Kemudian ada plot-twist yang saya sudah bisa menebak-nebak dari pertengahan, tapi tetap membuat saya terkejut. Dalam waktu yang sangat singkat, mereka bisa membuat saya bersimpati dengan 7 saudari ini.

Overall, film ini sangat menarik untuk ditonton dan diikuti. Saya suka alur cerita dan performance para aktor dalam film ini. Walau sayangnya karakter penjahat dalam film ini masih agak kurang multidimensional. Tapi ya...film mana yg tidak begitu? Anyway, this is a good one. You must watch it if you like Naomi Rapace, and sci-fi action movie in general. lol

KYRIEX.

Comments

Popular posts from this blog

GOT Fan Theory: Jon Snow BUKAN Azor Ahai? ini Alasannya

Akhirnya season 7 dari Game of Thrones telah selesai dan kita harus menunggu lagi untuk season selanjutnya. Tapi saya di sini bukan untuk mereview season 7 GOT, melainkan membagikan teori saya untuk series yang menarik ini. Maklum guys...fans baru. Masih sangat hype. Anget. lol.
Anyway, saya mungkin akan mereferensi episode dari season sebelumnya, jadi yg belum menonton dan tidak ingin terkena spoiler, sebaiknya menyingkir dulu. Nanti kembali lagi setelah kalian sudah menonton dan ingin mendengar teori saya selagi menunggu season GOT selanjutnya.

Okeh. Kita mulai ya. Jadi seperti yg para penonton sudah tahu, GOT adalah cerita fantasi yang melibatkan, naga, zombie, dan elemen-elemen fantasi lainnya, salah satunya adalah ramalan. Ada ramalan yang paling di kenal di serial ini, yaitu "the prince (or princess) that was promised" atau disebut juga sebagai Azor Ahai. Tarik balik ke masa lalu, dalam sejarah GOT sebelum cerita series ini di mulai, musim dingin datang disertai malam …

Review Film Wonder Woman: Bagus atau Mengecewakan?

Wonder Woman guys, akhirnya tayang... Pasti banyak dari kalian yang sudah menonton. Mungkin ada juga yang masih trauma dengan film DCEU (DC Extended Universe) sebelumnya, Batman v Superman dan Suicide Squad. Memang, Suicide Squad yang kemarin benar-benar mengecewakan, tapi BvS saya rasa memang agak mixed review. Dan sekarang Wonder Woman apakah bisa menjadi penyelamat film DCU sebelum kita masuk ke Justice League?

Kisah film ini mengambil setting yang jauh ke belakang, ini adalah film perkenalan kita para penonton dengan karakter Wonder Woman atau Diana Prince (Gal Gadot). Di sebuah pulau terpencil, tertutup dari dunia luar, Diana dibesarkan oleh ibu-nya. Mereka adalah para pejuang Amazon, bertugas untuk menghancurkan Dewa Perang, Ares. Tapi manusia sudah semakin jahat dan terpengaruh oleh nafsu serta keburukan, sehingga ibu Diana tidak memperbolehkan anaknya untuk keluar dari pulau itu, apa lagi belajar bertarung. Pada akhirnya Diana dilatih diam-diam oleh Antiope, hingga ia menjadi …

Review Film Anti Matter (2017)

Sci-fi dan suspense? Ide yang menarik. Walau kedua genre ini sering diangkat dalam film, namun tidak banyak yang sukses mengeksekusinya. Sebuah film semi-indie, Anti Matter, bisa dibilang cukup sukses mengeksekusi gabungan kedua genre tersebut. Sebenarnya saya tidak yakin bila film ini sepenuhnya film Indie, karena kualitasnya cukup pro, tapi tidak terlalu pro untuk dibilang film produksi studio ternama.
Ana dan kekasihnya, Nate, adalah mahasiswa Phd di Oxford yang sedang melakukan eksperimen untuk menciptakan wormhole, mereka sangat dekat dengan kesuksesan mereka, namun terhambat oleh dana. Liv, seorang ahli komputer sekaligus ilmuwan, diundang untuk masuk dalam percobaan mereka. Liv membantu Ana dan Nate mengumpulkan dana untuk percobaan tersebut dengan menciptakan worm komputer untuk mengumpulkan sepeser uang dari setiap komputer yang terinfeksi demi mendanai eksperimen tersebut. Eksperimen tersebut semakin berkembang dan mereka mulai melihat banyak kemajuan.
Percobaan yang awalny…