Skip to main content

Review Film Anti Matter (2017)


Sci-fi dan suspense? Ide yang menarik. Walau kedua genre ini sering diangkat dalam film, namun tidak banyak yang sukses mengeksekusinya. Sebuah film semi-indie, Anti Matter, bisa dibilang cukup sukses mengeksekusi gabungan kedua genre tersebut. Sebenarnya saya tidak yakin bila film ini sepenuhnya film Indie, karena kualitasnya cukup pro, tapi tidak terlalu pro untuk dibilang film produksi studio ternama.

Ana dan kekasihnya, Nate, adalah mahasiswa Phd di Oxford yang sedang melakukan eksperimen untuk menciptakan wormhole, mereka sangat dekat dengan kesuksesan mereka, namun terhambat oleh dana. Liv, seorang ahli komputer sekaligus ilmuwan, diundang untuk masuk dalam percobaan mereka. Liv membantu Ana dan Nate mengumpulkan dana untuk percobaan tersebut dengan menciptakan worm komputer untuk mengumpulkan sepeser uang dari setiap komputer yang terinfeksi demi mendanai eksperimen tersebut. Eksperimen tersebut semakin berkembang dan mereka mulai melihat banyak kemajuan.

Percobaan yang awalnya memindahkan benda mati, perlahan-lahan mulai melakukan percobaan dengan benda hidup, seperti tanaman, kemudian serangga, lalu manusia. Ana, Nate, dan Liv mengundi siapa diantara mereka yang akan dipindahkan ke tempat lain. Ana mendapatkan undian tersebut, kemudian menyadari bahwa sehari setelah percobaan itu, ia tidak bisa mengingat apa pun yang terjadi di hari sebelumnya, mimpi-mimpinya pun terasa sangat aneh dan terlalu jelas. Nate dan Liv, tiba-tiba mengambil alih percobaan tersebut, mereka malah meminta Ana untuk beristirahat. Ana merasa ada yang aneh dari kedua rekannya, mendorongnya untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi di malam percobaan tersebut.


Saya suka dengan skrip film ini. Penuh layer. Selain cerita utama, yaitu konflik antara Ana dengan kedua rekannya, kita juga melihat adanya protes di sekolah mereka yang mengutukki percobaan pada hewan. Didukung pula oleh sinematografi yang oke. Ini lah kenapa, saya merasa film ini tidak pure indie. Kita dibawa melihat dunia yang perlahan berubah melalui perspektif Ana setelah percobaan tersebut. Hal itu membuat kita mempertanyakan pula percobaan lab pada hewan, "is it morally correct or not?" Tapi itu subjek di lain hari untuk analisis (kalau saya sedang tidak malas).

Menarik sekali plot film ini. Sayangnya kurang didukung oleh penampilan aktor pendukung yang baik. Beberapa dialog juga terdengar agak membingungkan atau canggung. Mereka membahas matematika dan fisika tanpa ada penjelasan sama sekali, jadi penonton dipaksa untuk melihat saja dan mengikuti apa yang akan terjadi selanjutnya. Itu adalah poin negatif dari film ini. Terutama bila ini adalah film suspense, sebisa mungkin memberikan petunjuk pada penonton adalah kunci utama dari genre ini. Ya, saya suka suspense juga karena saya merasa ikut diajak berdiri dalam posisi karakter utama yang ingin mencari tahu kebenaran.


Tapi overall, film ini tetap seru untuk kamu tonton, apalagi untuk dianalisis. Film indie memang biasanya sangat gamblang dalam menyampaikan pesan dalam cerita. Sangat salah bila seorang filmmaker berkata bahwa "pesan" itu bullshit. Yes, I'm talking about Joko Anwar. lol. 

Score for this movie: 6.7 out of 10


KYRIEX.

Comments

Popular posts from this blog

GOT Fan Theory: Jon Snow BUKAN Azor Ahai? ini Alasannya

Akhirnya season 7 dari Game of Thrones telah selesai dan kita harus menunggu lagi untuk season selanjutnya. Tapi saya di sini bukan untuk mereview season 7 GOT, melainkan membagikan teori saya untuk series yang menarik ini. Maklum guys...fans baru. Masih sangat hype. Anget. lol.
Anyway, saya mungkin akan mereferensi episode dari season sebelumnya, jadi yg belum menonton dan tidak ingin terkena spoiler, sebaiknya menyingkir dulu. Nanti kembali lagi setelah kalian sudah menonton dan ingin mendengar teori saya selagi menunggu season GOT selanjutnya.

Okeh. Kita mulai ya. Jadi seperti yg para penonton sudah tahu, GOT adalah cerita fantasi yang melibatkan, naga, zombie, dan elemen-elemen fantasi lainnya, salah satunya adalah ramalan. Ada ramalan yang paling di kenal di serial ini, yaitu "the prince (or princess) that was promised" atau disebut juga sebagai Azor Ahai. Tarik balik ke masa lalu, dalam sejarah GOT sebelum cerita series ini di mulai, musim dingin datang disertai malam …

Review Film Wonder Woman: Bagus atau Mengecewakan?

Wonder Woman guys, akhirnya tayang... Pasti banyak dari kalian yang sudah menonton. Mungkin ada juga yang masih trauma dengan film DCEU (DC Extended Universe) sebelumnya, Batman v Superman dan Suicide Squad. Memang, Suicide Squad yang kemarin benar-benar mengecewakan, tapi BvS saya rasa memang agak mixed review. Dan sekarang Wonder Woman apakah bisa menjadi penyelamat film DCU sebelum kita masuk ke Justice League?

Kisah film ini mengambil setting yang jauh ke belakang, ini adalah film perkenalan kita para penonton dengan karakter Wonder Woman atau Diana Prince (Gal Gadot). Di sebuah pulau terpencil, tertutup dari dunia luar, Diana dibesarkan oleh ibu-nya. Mereka adalah para pejuang Amazon, bertugas untuk menghancurkan Dewa Perang, Ares. Tapi manusia sudah semakin jahat dan terpengaruh oleh nafsu serta keburukan, sehingga ibu Diana tidak memperbolehkan anaknya untuk keluar dari pulau itu, apa lagi belajar bertarung. Pada akhirnya Diana dilatih diam-diam oleh Antiope, hingga ia menjadi …