Skip to main content

Review Film IT (2017)


Perlu dicatat sebelum membaca review film ini lebih lanjut; (1) Saya belum pernah membaca novelnya, dan (2) saya belum sempat menonton film aslinya. (3) Saya membuat review ini semata-mata dari pandangan saya sebagai orang yang baru tahu tentang cerita ini.

Karena belum sempat menonton film aslinya yang tayang tahun 90-an, saya sangat tertarik dengan film IT yang diremake ini. Aktor cilik yang ikut serta meramaikan film ini begitu menjanjikan, salah satunya adalah pemain dari serial Stranger Things. Saya nge-fans.

Di kota tempat Bill dan kawan-kawannya tinggal, ada sesuatu yang menculik anak-anak dan menebar ketakutan. Ketika Georgie, adik Bill, menghilang, seluruh kota seolah melupakan bocah malang itu, tidak ada yang peduli, bahkan orang tua mereka. Hanya Bill dan teman-temannya yang masih ingin mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi di kota kecil itu. Mengapa begitu banyak orang hilang dan tak ada yang peduli? Dalam perjalanannya mencari tahu, Bill bertemu dengan teman-teman baru, Mike dan Evelyn. Bill dan kawan-kawannya pun berjuang bersama melawan ketakutan mereka untuk mengungkap misteri besar yang mengelimuti kota kecil terkutuk itu.


Jujur awalnya saya skeptis, mengingat film Stephen King sebelum ini, yaitu The Dark Tower, tidak semenarik yang saya kira, jadi saya juga tidak menaruh ekspektasi tinggi untuk IT. Ternyata, film ini sangat bagus, saya tidak sabar untuk menonton sekuelnya. Yap, akan ada sekuel, mengingat di akhir film ini ada tulisan "Chapter One" yang berarti pertarungan anak-anak itu belum selesai. 

Durasi film ini terbilang cukup lama, mungkin sekitar dua setengah jam. Tapi bisa dimengerti karena ada banyak karakter yang menjadi fokus utama dalam film ini. Belum lagi, tau sendiri cerita horor itu suka ada adegan orang berjalan lambat-lambat ke dalam kegelapan, dan lain sebagainya.

Selain efek, sinematografi film ini juga layak dipuji. Saya suka dengan penempatan subtext yang tidak terlalu gamblang, mengingat film ini juga untuk anak-anak. Mungkin bagi orang dewasa agak sedikit obvious. Tapi beberapa orang yang tidak benar-benar memperhatikan juga tidak akan sadar. Kemudian cerita nya yang lucu, dipadu dengan horor, membuat orang bisa menikmati setiap jalan cerita dan perkembangan karakter, tidak melulu ditakuti dengan suara keras dan setan yang muncul tiba-tiba. Ada alasan mengapa mereka ditakuti, ada alasan untuk setiap adegan, which for me, is good. 

Walau di akhir-akhir cerita, agak ada beberapa karakter yang dirasa sedikit terhilang, tapi bisa dimengerti, karena setidaknya ada 7 karakter dalam film ini yang ceritanya menjadi fokus utama. Mungkin itu akan ditunjukan lagi nanti, di film selanjutnya. CAN'T WAIT!!!

Nilai saya untuk film ini, harus banget ditonton guys. Seru dan lucu, walau tetap ada seramnya. Cocok untuk weekend kamu, sedikit mengingatkan kita juga tentang petualangan di masa kecil (setidaknya buat saya sih).

KYRIEX.

Comments

Popular posts from this blog

GOT Fan Theory: Jon Snow BUKAN Azor Ahai? ini Alasannya

Akhirnya season 7 dari Game of Thrones telah selesai dan kita harus menunggu lagi untuk season selanjutnya. Tapi saya di sini bukan untuk mereview season 7 GOT, melainkan membagikan teori saya untuk series yang menarik ini. Maklum guys...fans baru. Masih sangat hype. Anget. lol.
Anyway, saya mungkin akan mereferensi episode dari season sebelumnya, jadi yg belum menonton dan tidak ingin terkena spoiler, sebaiknya menyingkir dulu. Nanti kembali lagi setelah kalian sudah menonton dan ingin mendengar teori saya selagi menunggu season GOT selanjutnya.

Okeh. Kita mulai ya. Jadi seperti yg para penonton sudah tahu, GOT adalah cerita fantasi yang melibatkan, naga, zombie, dan elemen-elemen fantasi lainnya, salah satunya adalah ramalan. Ada ramalan yang paling di kenal di serial ini, yaitu "the prince (or princess) that was promised" atau disebut juga sebagai Azor Ahai. Tarik balik ke masa lalu, dalam sejarah GOT sebelum cerita series ini di mulai, musim dingin datang disertai malam …

Review Film Wonder Woman: Bagus atau Mengecewakan?

Wonder Woman guys, akhirnya tayang... Pasti banyak dari kalian yang sudah menonton. Mungkin ada juga yang masih trauma dengan film DCEU (DC Extended Universe) sebelumnya, Batman v Superman dan Suicide Squad. Memang, Suicide Squad yang kemarin benar-benar mengecewakan, tapi BvS saya rasa memang agak mixed review. Dan sekarang Wonder Woman apakah bisa menjadi penyelamat film DCU sebelum kita masuk ke Justice League?

Kisah film ini mengambil setting yang jauh ke belakang, ini adalah film perkenalan kita para penonton dengan karakter Wonder Woman atau Diana Prince (Gal Gadot). Di sebuah pulau terpencil, tertutup dari dunia luar, Diana dibesarkan oleh ibu-nya. Mereka adalah para pejuang Amazon, bertugas untuk menghancurkan Dewa Perang, Ares. Tapi manusia sudah semakin jahat dan terpengaruh oleh nafsu serta keburukan, sehingga ibu Diana tidak memperbolehkan anaknya untuk keluar dari pulau itu, apa lagi belajar bertarung. Pada akhirnya Diana dilatih diam-diam oleh Antiope, hingga ia menjadi …

Review Film Anti Matter (2017)

Sci-fi dan suspense? Ide yang menarik. Walau kedua genre ini sering diangkat dalam film, namun tidak banyak yang sukses mengeksekusinya. Sebuah film semi-indie, Anti Matter, bisa dibilang cukup sukses mengeksekusi gabungan kedua genre tersebut. Sebenarnya saya tidak yakin bila film ini sepenuhnya film Indie, karena kualitasnya cukup pro, tapi tidak terlalu pro untuk dibilang film produksi studio ternama.
Ana dan kekasihnya, Nate, adalah mahasiswa Phd di Oxford yang sedang melakukan eksperimen untuk menciptakan wormhole, mereka sangat dekat dengan kesuksesan mereka, namun terhambat oleh dana. Liv, seorang ahli komputer sekaligus ilmuwan, diundang untuk masuk dalam percobaan mereka. Liv membantu Ana dan Nate mengumpulkan dana untuk percobaan tersebut dengan menciptakan worm komputer untuk mengumpulkan sepeser uang dari setiap komputer yang terinfeksi demi mendanai eksperimen tersebut. Eksperimen tersebut semakin berkembang dan mereka mulai melihat banyak kemajuan.
Percobaan yang awalny…