Skip to main content

Review Film Kingsman: The Golden Circle (2017)

Salah satu film yang saya tunggu-tunggu tahun ini akhirnya tayang, namun apakah film ini bisa sebagus pendahulunya "Kingsman: The Secret Service"?

Nah, mari kita bahas dalam review ini. 
Tidak akan ada spoiler, jadi tidak usah khawatir. Now, prepare your booze and let's jump into the rabbit hole.


Melanjutkan film pertamanya yang meraih kesuksesan besar di tahun 2014 lalu, film Kingsman yang diangkat dari graphic novel berjudul sama ini berhasil membawa sebuah udara segar, mengembalikan komedi dalam film bertema gentlemen spy. Kompetitornya adalah "Man from UNCLE" yang belum ada tanda-tanda akan tayang dalam waktu dekat ini, mengingat beberapa pemainnya sedang sibuk dalam proyek film lain.

The Golden Circle bercerita tentang kelanjutan petualangan Eggsy setelah menggantikan Harry Hart sebagai Galahad, dan Roxy kini telah menjadi Lancelot. Sementara kehidupan Eggsy dengan kekasihnya, seorang puteri dari kerajaan Swedia, sebuah kelompok pengedar narkoba bernama Golden Circle memiliki rencana untuk membunuh jutaan umat manusia dalam waktu singkat, mengingat barang yg mereka jual jelas tersebar dimana-mana. Pemilik organisasi rahasia itu adalah seorang perempuan bernama Poppy yang diperankan oleh Julianne Moore. Tentunya sudah bukan spoiler lagi; kalau Harry (Colin Firth) kembali dalam film kedua Kingsman ini. Selain itu, kita akan melihat aksi agen Kingsman bersama dengan sepupu mereka, Statesman di Amerika. 

Ada sisi yang saya sukai dari film kedua dibandingkan dengan film pertama. Pertama, humornya bertambah. The Golden Circle lebih lucu dari film pertama Kingsman, serta tema moral yang selalu mereka coba untuk angkat dalam cerita-ceritanya berhasil mengulik pertanyaan dalam benak kita. Kedua, saya suka dengan perluasan universe, rasanya seperti melihat Fantastic Beast-nya Harry Potter. Bukan cuma Inggris yang memiliki Secret Service, tapi juga Amerika dengan Statesman nya dan membawa ciri khas Amerika mereka.


Sayangnya....yang membuat saya kurang "sreg" dengan second installment ini lebih banyak dari apa yang saya sukai. Saya akan mencoba membahasnya satu per satu tanpa membocorkan plot nya.

(1) Kematian Karakter. Saya paham beberapa orang mungkin menginginkan Harry kembali dalam film kedua. Tapi dengan disusulnya kematian karakter-karakter lain yang diperlihatkan sangat awal dalam film ini, membuat saya bersedih. Terutama karena saya masuk dalam teater, berharap melihat aksi salah satu karakter favorit saya menjalankan misi. Tapi ternyata... that's too much to ask. Lalu ketika saya masih berduka dengan matinya karakter kesukaan saya, mereka membawa kembali karakter Harry yang sudah mati di pertengahan film, membuat saya merasa kematian dalam film ini agak kurang bermakna. Apa yang ingin mereka coba untuk sampaikan, masih belum jelas bagi saya.

(2) Editan yang ngawur. Saya sampai menonton ulang dulu film pertamanya sebelum membuat review ini untuk menganalisa ulang bagaimana film pertama di-edit. Film kedua Kingsman ini membuat saya pusing. Editan dalam adegan pertarungan terasa terlalu "jumpy" menjadi susah untuk dinikmati, apalagi dilihat. Ini Kingsman, bukan Resident Evil 6 kan? I expect more from them.

(3) Plot yang terkesan dipaksakan. Edingnya membuat saya semakin kecewa. Ada salah satu nama yang digembar-gemborkan dalam trailer film ini, tapi tidak banyak screentimenya. What the fuck? I want to see him in action... Lagi-lagi salah satu ekspektasi yang jatuh dalam kekecewaan. Kemudian banyak adegan yang sebenarnya tidak perlu. Durasi film ini lebih lama, ada banyak yg mereka ingin tunjukan, tapi di beberapa saat jadi terasa membosankan.

(4) Penjahat yang lemah. Walau akting Julianne Moore sangat bagus, tapi penulisan karakternya lemah dan tidaklah multidimensional seperti penjahat sebelumnya. Ada beberapa plot-twist yang sangat mudah ditebak dari awal. What happened to you Kingsman? I thought you're supposed to be fun and full of surprises.


Begitulah kira-kira untuk review saya kali ini.
Saya harus memberi Kingsman: The Golden Circle nilai 7 dari 10.
Maaf, ini bukan salah saya, tapi kamu, Kingsman, karena telah membunuh karakter kesukaan saya yang menjadi alasan saya menonton film kedua-mu.

KYRIEX.

Comments

Popular posts from this blog

GOT Fan Theory: Jon Snow BUKAN Azor Ahai? ini Alasannya

Akhirnya season 7 dari Game of Thrones telah selesai dan kita harus menunggu lagi untuk season selanjutnya. Tapi saya di sini bukan untuk mereview season 7 GOT, melainkan membagikan teori saya untuk series yang menarik ini. Maklum guys...fans baru. Masih sangat hype. Anget. lol.
Anyway, saya mungkin akan mereferensi episode dari season sebelumnya, jadi yg belum menonton dan tidak ingin terkena spoiler, sebaiknya menyingkir dulu. Nanti kembali lagi setelah kalian sudah menonton dan ingin mendengar teori saya selagi menunggu season GOT selanjutnya.

Okeh. Kita mulai ya. Jadi seperti yg para penonton sudah tahu, GOT adalah cerita fantasi yang melibatkan, naga, zombie, dan elemen-elemen fantasi lainnya, salah satunya adalah ramalan. Ada ramalan yang paling di kenal di serial ini, yaitu "the prince (or princess) that was promised" atau disebut juga sebagai Azor Ahai. Tarik balik ke masa lalu, dalam sejarah GOT sebelum cerita series ini di mulai, musim dingin datang disertai malam …

Review Film Wonder Woman: Bagus atau Mengecewakan?

Wonder Woman guys, akhirnya tayang... Pasti banyak dari kalian yang sudah menonton. Mungkin ada juga yang masih trauma dengan film DCEU (DC Extended Universe) sebelumnya, Batman v Superman dan Suicide Squad. Memang, Suicide Squad yang kemarin benar-benar mengecewakan, tapi BvS saya rasa memang agak mixed review. Dan sekarang Wonder Woman apakah bisa menjadi penyelamat film DCU sebelum kita masuk ke Justice League?

Kisah film ini mengambil setting yang jauh ke belakang, ini adalah film perkenalan kita para penonton dengan karakter Wonder Woman atau Diana Prince (Gal Gadot). Di sebuah pulau terpencil, tertutup dari dunia luar, Diana dibesarkan oleh ibu-nya. Mereka adalah para pejuang Amazon, bertugas untuk menghancurkan Dewa Perang, Ares. Tapi manusia sudah semakin jahat dan terpengaruh oleh nafsu serta keburukan, sehingga ibu Diana tidak memperbolehkan anaknya untuk keluar dari pulau itu, apa lagi belajar bertarung. Pada akhirnya Diana dilatih diam-diam oleh Antiope, hingga ia menjadi …

Review Film Anti Matter (2017)

Sci-fi dan suspense? Ide yang menarik. Walau kedua genre ini sering diangkat dalam film, namun tidak banyak yang sukses mengeksekusinya. Sebuah film semi-indie, Anti Matter, bisa dibilang cukup sukses mengeksekusi gabungan kedua genre tersebut. Sebenarnya saya tidak yakin bila film ini sepenuhnya film Indie, karena kualitasnya cukup pro, tapi tidak terlalu pro untuk dibilang film produksi studio ternama.
Ana dan kekasihnya, Nate, adalah mahasiswa Phd di Oxford yang sedang melakukan eksperimen untuk menciptakan wormhole, mereka sangat dekat dengan kesuksesan mereka, namun terhambat oleh dana. Liv, seorang ahli komputer sekaligus ilmuwan, diundang untuk masuk dalam percobaan mereka. Liv membantu Ana dan Nate mengumpulkan dana untuk percobaan tersebut dengan menciptakan worm komputer untuk mengumpulkan sepeser uang dari setiap komputer yang terinfeksi demi mendanai eksperimen tersebut. Eksperimen tersebut semakin berkembang dan mereka mulai melihat banyak kemajuan.
Percobaan yang awalny…